MARTELL HOUSE Martell Cognac

TO ENTER THIS WEBSITE,
YOU MUST BE OF LEGAL DRINKING AGE IN
INDONESIA

ENTER YOUR YEAR OF BIRTH



REMEMBER ME FOR 7 DAYS

http://www.martell-indonesia.com/wp-content/uploads/2015/09/craftmanship.jpg

CRAFTMANSHIP

CRAFTMANSHIP

KEAHLIAN DAN EMOSI

Tempat, presisi dan waktu. Tiga pilar utama dari pengerjaan Martell; keahlian dan emosi yang diwariskan dari satu generasi ke genearasi lainnya sejak 1715.

 

TERROIR

Daerah penumbuh anggur di wilayah Cognac dibagi menjadi enam area kebun anggur, atau crus, di wilayah Charente dekat Samudera Atlantik. Tanah putih yang selalu disinari oleh matahari ini memiliki iklim laut yang ringan, yang mendorong pertumbuhan anggur secara optimal. Kekayaan dan kompleksitas dari crus inilah yang memberikan aroma khas cognac : halus, anggun, flowery notes, manisan buah dan rempah-rempah yang lembut.

Ketika Jean Martell mendirikan Martell house, ia sudah mengincar daerah Borderies, crus terkecil yang paling dicari di Cognac. Anggur Ugni Blanc yang tumbuh di tanah silica-clay dari Borderies ini yang memberikan eaux-de-vie aroma bunga khas dan kehalusan yang luar biasa. Terroir unik inilah yang memberikan keanggunan dan kehalusan yang khas dari Martell cognac yang terbaik.

 

DISTILLATION

Dalam keadaan mendidih di dalam ketel tembaga, anggur putih yang jernih,yang terbuat dari buah anggur yang dipanen di crus mulai berubah menjadi eaux-de-vie melalui proses penyulingan.

Untuk memastikan rasa yang otentik, ketel tembaga tradisional masih digunakan untuk memanaskan anggur. Pada saat mendidih, uap anggur akan naik melalui kepala ketel, melewati pipa berbentuk leher angsa dan menuju ke arah kumparan, di mana uap akan mengembun dan membentuk sebuah minuman keras yang jernih dan hangat.

Martell adalah satu-satunya rumah cognac yang besar, yang menyaring hanya anggur yang jernih (di mana semua sedimen dan kotoran telah dibuang), untuk menghasilkan eaux-de-vie yang sangat halus dan murni. Metode unik ini yang memberikan gaya yang khas untuk cognac yang telah selesai dibuat.

Selain itu, sistem operasi yang sangat rumit ini memerlukan perhatian khusus dari Master Distiller dan timnya. Untuk mengubah buah anggur menjadi eaux-de-vie yang sempurna, waktu dan suhu distilasi harus dikontrol dengan tepat.

 

AGEING

Dalam kegelapan dan keheningan dari gudang Martell, eaux-de-vie tersimpan dengan lembut. Hari, bulan, tahun berlalu.

Dengan perlahan, waktu berlalu.

Tetapi ada sebuah transformasi yang indah, yang terjadi di dalam barel kayu ek. Sebagai bahan yang hidup, kayu ek memberikan eaux-de-vie sebuah struktur dan warna amber yang indah. Memang, kayulah yang membantu eaux-de-vie mengembangkan tahap terakhir dari kepribadiannya yang aromatik.

Martell selalu memilih secara eksklusif barel yang terbuat dari bahan kayu ek dengan bulir yang lembut – fitur khusus dari bahan ini adalah mereka memberikan aroma yang lembut dan seimbang untuk eaux-de-vie cognac, meminjamkan mereka rasa vanili yang lembut, buah kering, buah merah, chutney dan bunga kering.

Kayu ek yang digunakan untuk barel Martell berasal dari pohon dari gaya Tronçais. Ini berarti bahwa pohon ek ditanam dengan jarak yang dekat secara bersama-sama, sehingga menyebabkan kurangnya cahaya untuk setiap pohon muda dan memperlambat laju pertumbuhan mereka. Hasilnya adalah kayu ek dengan bulir yang halus, karena cincin yang menandakan pertumbuhan menjadi lebih kompak. Barel yang terbuat dari jenis kayu ini memberikan rasa kayu yang ringan dan lebih halus untuk eaux-de-vie yang tersimpan di dalamnya.

Ketika dipindahkan ke dalam tong kayu ek, eaux-de-vie benar-benar tidak berwarna. Hanya karena kontak dengan kayu ek yang memberikan rona warna amber tersebut.

Seiring dengan pilihan kayu, jenis barel digunakan juga sangat mempengaruhi rasa dari eaux-de-vie. Jika dibuat dengan kayu yang sama sekali baru, barel menanamkan rasa kayu yang kuat, sedangkan barel yang sebelumnya telah dipakai untuk menyimpan eaux-de-vie, memberikan rasa yang jauh lebih halus.

Elemen rasa utama yang terakhir adalah ‘memanggang’ – sebuah proses di mana bagian dalam barel yang lembut dibakar untuk membantu melepaskan rasa kompleks dalam kayu pohon ek. Hal ini mempengaruhi rasa kayu pada eaux-de-vie – jika semakin lama dibakar, maka akan semakin menonjol rasa kayunya. Barel Martell dipanggang secara singkat, untuk menjaga rasa dari eaux-de-vie.

 

PENCAMPURAN

Hanya masalah waktu… Beberapa eaux-de-vie menjadi matang dalam 2 tahun (periode penuaan minimum untuk cognac), sementara beberapa eaux-de-vie akan berkembang dalam 20 tahun, yang dalam 70 tahun. Ini semua tergantung pada pengawasan ketat dari Cellar Master untuk memutuskan kapan eaux-de-vie sudah mencapai potensi penuh mereka.

Eaux-de-vie akan dikeluarkan dari tong kayu ek dan ditempatkan di dalam demijohns. Proses ini akan menghentikan proses penuaan dan menjaga eaux-de-vie pada kondisinya yang paling sempurna. Eaux-de-vie yang terbaik akan disimpan di ruang bawah tanah Jean Martell, di mana eaux-de-vie yang sudah mencapai beberapa ratus tahun, menunggu waktu mereka untuk digunakan dalam pembuatan cognac yang paling langka.

Setiap eaux-de-vie memiliki karakter yang unik, yang tercipta oleh pilihan yang dibuat selama penuaan, seperti jenis barel ek yang digunakan, lamanya waktu penuaan, dan cru asal anggur ditanam. Seperti nada tunggal dalam sebuah simfoni yang kompleks, Cellar Master harus tahu bagaimana memperkenalkan dan menggabungkan setiap nada untuk menciptakan harmoni yang sempurna.

Proses blending inilah yang membuat cognac rasa khas yang tidak dapat ditiru. Selama pencampuran, palet yang kompleks akan disajikan di hadapan Cellar Master, di mana ia harus membangun kepribadian masing-masing produk secara sempurna, dengan mengikuti resep aslinya. Sebuah tugas yang menjadi lebih kompleks karena eaux-de-vie alami berubah sedikit setiap tahun, tergantung dari iklim dan panen.

 

“Tugas seorang Cellar Master dapat dibandingkan dengan orang tua yang membesarkan anak-anaknya. Ia akan mampu mengenali kualitas yang akan membedakan mereka ketika mereka menjadi dewasa“.

– Benoit Fil.

BACK

© 2015 MARTELL INDONESIA
FONDEE EN 1715
ENJOY MARTELL COGNAC RESPONSIBILITY | DON'T DRINK AND DRIVE